Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 30 September 2010

Kata Baku

Baku berarti benar atau pun resmi. Kata baku merupakan kata yang benar sesuai ejaan. Kata baku harus tetap diketahui supaya kata (bahasa) yang benar bisa tetap diketahui. Sehingga, bahasa yang ada (asli) tidak hilang karena terkontaminasi (tercampur) dengan bahasa lain.

Jika bahasa yang benar bisa tetap diketahui, identitas bangsa pun bisa tetap diketahui dan dipertahankan. Karena bagaimana pun, bahasa merupakan salah satu identitas bangsa. Untuk itu, kata baku dalam bahasa Indonesia pun harus tetap diketahui.

Berikut daftar kata baku yang terkadang digunakan dengan salah.

aktivitas, bukan aktifitas

almari, bukan lemari
analisis, bukan analisa
andaikata, bukan andai kata
andal, bukan handal
anugerah, bukan anugrah
apotek, bukan apotik
atlet, bukan atlit
barangkali, bukan barang kali
blokade, bukan blokir
cedera, bukan cidera
detil, bukan detail
diagnosis, bukan diagnosa

ekstrem, bukan ekstrim
elite, bukan elit
Februari, bukan Febuari
hakikat, bukan hakekat
hipotesis, bukan hipotesa

imbau, bukan himbau
isap, bukan hisap
istri, bukan isteri
izin, bukan ijin
Jumat, bukan Jum'at
kacamata, bukan kaca mata
kapak, bukan kampak
karier, bukan karir
kauambil, bukan kau ambil
kedaluarsa, bukan kadaluarsa
kerupuk, bukan krupuk
komoditas, bukan komoditi
kompleks, bukan komplek
komplet, bukan komplit
konkret, bukan konkrit
kuitansi, bukan kwitansi
kukuh, bukan kokoh
legalisasi, bukan legalisir
lembap, bukan lembab
Mahaadil, bukan Maha Adil
Maha Esa, bukan Mahaesa
memblokade, bukan memblokir
membombardir, bukan mengebombardir

memedulikan, bukan memperdulikan
memengaruhi, bukan mempengaruhi
memercayai, bukan mempercayai
menaati, bukan mentaati
mengebom, bukan membom
mengilap, bukan mengkilap
mengubah, bukan merubah
menyontek, bukan mencontek
menyukseskan, bukan mensukseskan
metamorfosis, bukan metamorfosa
menteri, bukan mentri
nahas, bukan naas
napas, bukan nafas
nasihat, bukan nasehat
negeri, bukan negri
November, bukan Nopember, atau pun Nofember
olahraga, bukan olah raga
paham, bukan faham
peduli, bukan perduli
pengaderan, bukan pengkaderan
peti kemas, bukan petikemas, atau pun petik emas
pikir, bukan fikir
praktik, bukan praktek
prangko, bukan perangko
provinsi, bukan propinsi, atau pun profinsi
rapor, bukan rapot
rematik, bukan reumatik
respons, bukan respon
risiko, bukan resiko
raoh, bukan ruh
rohani, bukan ruhani
rohaniwan, bukan rohaniawan
saksofon, bukan seksofon
saputangan, bukan sapu tangan
saraf, bukan syaraf
segitiga, bukan segi tiga
sejarahwan, bukan sejarawan
sekadar, bukan sekedar
sekretaris, bukan sekertaris
silakan, bukan silahkan
sistem, bukan sistim
sontek, bukan contek
standar, bukan standard
sutra, bukan sutera

tampak, bukan nampak
tekad, bukan tekat
teladan, bukan tauladan
terisolasi, bukan terisolir

terorganisasi, bukan terorganisasi
tolok ukur, bukan tolak ukur
utang, bukan hutang
vila, bukan villa
zaman, bukan jaman
zamrud, bukan jamrud


Selain berkaitan dengan penulisan, kesalahan penggunaan kata terkadang juga berkaitan dengan penafsiran makna. berikut kata-kata yang biasanya dimaknai dengan salah.

absen bermakna tidak hadir, bukan daftar hadir
absensi bermakna daftar ketidakhadiran, bukan daftar hadir
acuh bermakna peduli, bukan tidak peduli
bergeming bermakna diam, bukan tidak diam
pimpinan bermakna hasil memimpin, bukan orang yang memimpin


Ada pun untuk mengetahui baku tidaknya suatu kata, kita bisa melihatnya pada Kamus Besar Bahasa Indonesia yang resmi disusun oleh Pusat Bahasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar